JOMBANG | duta.co – Bertempat di Wisata Dalem Simbah, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Carangwulung, Kec. Wonosalam menggelar pelatihan pengobatan tradisional, Sabtu, 16 Mei 2o26. Hadir dalam acara itu di antaranya MWC NU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, PAC GP Ansor Kec. Wonosalam dan Kepala Desa Carangwulung.
“Tujuannya agar kita semua menjadi terapis – khususnya di kalangan NU – sehingga semakin bisa berkhidmat bagi masyarakat banyak. Dan potensi ini cukup besar untuk dirawat dan dikembangkan bagi kesehatan selain juga berdampingan medis,” kata Zudy Ketua Ranting Ansor Desa Carangwulung.
Beberapa penyakit, sambung dia, seperti stroke, kolestrol, lambung, diabetes, migrain dan lainnya sahabat-sahabat nahdliyin bisa mengatasinya. Maka dari itu, potensi tersebut perlu kita rawat dan kembangkan supaya lebih bermanfaat. Ingat setiap penyakit, pasti ada obatnya.
Menurut Edi Kustijono, S.Pd, ketua pantia penyelenggara, acara ini, diikuti sekitar 50 peserta tidak hanya dari Jombang tetapi juga dari Kota Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto dan Kediri. Ada pemateri dari Kediri, Surono, SPdi. Ada Pak Sapar al-Mahmudin (Wonosalam), M Nasrul (Pasuruan) dan Zudy (Wonoalam).
“Para pemateri sudah berpengalaman menangani penderita penyakit berat. Karena itu, kami mohon untuk menularkan ilmunya bagaimana masyarakat secara dini atau secara bertahap bisa mengatasi terutama bagi yang sakit,” ungkap Edi.
Demikian juga, sambung Edi, ada sesi praktik langsung bagi peserta bagaimana cara mengobati penyakit secara tradisonal perlahan sembuh tanpa menimbulkan efek samping.

Sapar al-Mahmudin dalam sajiannya menjelaskan sesungguhnya hampir semua penyakit bisa diatasi secara tradisional yaitu dengan pengobatan tradisonal. Yang terpenting, semangat bagi yang sakit terjaga dan itu cukup besar potensi kesembuhannya.
“Lantas dengan terapi urat. Tentu hal ini perlu belajar tentang ilmu anatomi tubuh manusia. Nah, pada kesempatan ini kita bedah beberapa penyakit,” jelas Sapar.
Ia memberi contoh penyakit stroke, sebenarnya, tidak terlalu sulit. Yang terpenting selain melatih secara rutin sampai kemudian persendian yang kaku menjadi lentur kembali.
Hal yang sama disampaikan Riski, perserta dari Kediri. Dia bertekad mengembangkan pengobatan tradisional tersebut. “Ini pengobatan sangat sederhana, nyaman dan aman. Pasein merasa nyaman dan aman. Lalu obatnya, lebih mudah diambil bahan-bahan yang alamiah termasuk rempah,” katanya.
Dimas, perserta dari Trowulan, Mojokerto mengatakan, dengan model pengobatan tradisional pasien merasa nyaman tidak was-was, meski begitu diagnosa medis juga penting untuk detiksi menyeluruh tentang suatu penyakit.
“Selain hanya bermerek jamu alamiah tidak sulit mendapatkannya. Masalahnya, pengobatan tersebut sudah lama ditinggalkan. Jadi, ya harus dikembangkan pelan-pelan. Di rumah-rumah harus tersedia bahan-bahan alami untuk mengatasi penyakit secara dini, dengan pencegahan,” ujar Dimas.
Memperhatikan antusiasme peserta dari berbagai daerah maka GP Ansor Ranting Desa Carangwulung akan mencoba merumuskan langkah tindak lanjut. Ke depan, kata Zudy, akan kita canangkan program pengobatan tradisional. “Tidak hanya di suatu tempat, Wonosalam misalnya. Tetapi, di wilayah lainnya akan kita agendakan,” pungkasnya. (ckh)