Pada hari Selasa, tanggal 4 Maret 2026, bertempat di Balai Kota Surabaya, telah dilaksanakan kegiatan audiensi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hang Tuah bersama Aliansi BEM Surabaya (ABS) dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Audiensi ini dilaksanakan sebagai bentuk ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam rangka menyampaikan aspirasi, gagasan, serta pandangan kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial di Kota Surabaya.

Kegiatan audiensi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah. Dalam momentum tersebut, Aliansi BEM Surabaya menyampaikan berbagai persoalan strategis yang tertuang dalam Manifesto Perjuangan ABS, mulai dari isu kesejahteraan masyarakat, tata kelola kota, keamanan publik, hingga perlindungan lingkungan pesisir.
Dalam sesi dialog, Presiden Mahasiswa Universitas Hang Tuah, Raihan Asfi Priadi, menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Surabaya kepada Wali Kota Surabaya.
“Bagaimana pandangan Bapak mengenai peran mahasiswa di Surabaya dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial kota, seperti lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir?” ujar Raihan Asfi Priadi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sekaligus mitra pemerintah dalam merumuskan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan mitra kritis pemerintah. Pemerintah Kota Surabaya sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan mahasiswa dalam berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penguatan pendidikan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Mahasiswa Universitas Hang Tuah juga menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan tersebut sejalan dengan Visi dan Misi Universitas Hang Tuah sebagai kampus maritim yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan wilayah pesisir dan kelautan.
Raihan Asfi Priadi menyampaikan bahwa mahasiswa Universitas Hang Tuah memiliki tanggung jawab moral untuk turut berperan dalam menyelesaikan persoalan sosial yang berkaitan dengan masyarakat pesisir, lingkungan laut, serta pembangunan berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Hang Tuah yang memiliki identitas sebagai kampus maritim, kami memandang bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan menjaga keberlanjutan lingkungan laut merupakan bagian dari implementasi nyata visi dan misi universitas,” ujar Raihan Asfi Priadi.
Audiensi berlangsung melalui dialog terbuka yang konstruktif antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Surabaya. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menciptakan kebijakan publik yang lebih inklusif, partisipatif, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan audiensi berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Surabaya sebagai mitra strategis dalam pembangunan kota.
Universitas Hang Tuah – Kampus Unggul
Excellence in Maritime Education














Leave a Reply